-
10 Nov 2024
-
Dilihat: (376)
Sejarah Desa
Desa Menganti berdiri
pada ± tahun 1600. Alkisah, pada zaman dahulu ada seorang pemuda tampan Bernama
Suta. Untuk menghidupi dirinya, Suta bekerja sebagai seorang kacung di
Kadipaten Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah. Tugasnya adalah merawat sekaligus
membersihkan kendang kuda milik Adipati Kutaliman. Oleh karena dia adalah
seorang baik dan jujur, maka selama bekerja tidak pernah mendapatkan masalah
yang berarti.
Suatu ketika, selepas
bekerja mengurus kuda-kuda milik Adipati Kutaliman, Suta memutuskan berkeliling
kadipaten mencari suasana baru. Namun karena wilayah kadipaten sangatlah luas,
maka dia hanya dapat mencapai satu lokasi saja. Keesokan harinya diulangi lagi
perjalanan menuju ke lokasi lain. Begitu seterusnya hingga hamper seluruh
wilayah Kadipaten Kutaliman berhasil didatangi. Pada suatu hari Suta bertemu
dengan seorang gadis yang ternyata adalah putri dari sang Adipati. Sejak
peristiwa tersebut, keduanya pun sering bertemu untuk hanya sekedar
berbincang-bincang santai. Lama – kelamaan, timbullah rasa saying dan cinta di
antara mereka hingga akhirnya Suta memberanikan diri dating pada Adipati
Kutaliman untuk melamar putri kesayangannya
Sang Adipati yang
sudah mendengar kabar tentang kedekatan putri kesayangannya dengan si pengurus
kuda tentu saja menjadi terkejut. Dia tidak menyangka kalua kedekatan itu
ternyata bukan hanya sebatas teman. Maka ketika Suta selesai mengutarakan niat,
dengan sangat marah Adipati berkata, “Engkau ini hanyalah seorang kacung,
sungguh tidak pantas bila disandingkan dengan Putriku! Pengawal, tangkap orang
ini dan masukkan ke penjawa bawah tanah”. Agar sang kekasih dapat segera keluar
dari penjara, malam harinya Sang Puteri langsung meminta bantuan emban
kepercayaannya mencuri kunci untuk membuka pintu sel tempat Suta dikurung.
Sementara itu, dia menunggu Bersama kudanya di salah satu sudut Kadipaten yang
jarang didatangi orang. Setelah berpakaian layaknya penduduk kebanyakan, Suta
Bersama emban lalu berjalan mengendap agar dapat keluar dari penjara tanpa
diketahui oleh penjaga. Sesampainnya di sudut Kadipaten, Suta segera menaiki
kuda dan pergi kearah selatan menuju lereng Gunung Slamet, dan akhirnya sampai
disuatu wilayah. Disitu Suta duduk di persimpangan jalan menanti kekasihnya.
Seiring berjalannya waktu tempat untuk menanti disebut dengan “Menganti”