Sistem Informasi Desa Menganti

Sejarah Desa

Desa Menganti berdiri pada ± tahun 1600. Alkisah, pada zaman dahulu ada seorang pemuda tampan Bernama Suta. Untuk menghidupi dirinya, Suta bekerja sebagai seorang kacung di Kadipaten Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah. Tugasnya adalah merawat sekaligus membersihkan kendang kuda milik Adipati Kutaliman. Oleh karena dia adalah seorang baik dan jujur, maka selama bekerja tidak pernah mendapatkan masalah yang berarti.

Suatu ketika, selepas bekerja mengurus kuda-kuda milik Adipati Kutaliman, Suta memutuskan berkeliling kadipaten mencari suasana baru. Namun karena wilayah kadipaten sangatlah luas, maka dia hanya dapat mencapai satu lokasi saja. Keesokan harinya diulangi lagi perjalanan menuju ke lokasi lain. Begitu seterusnya hingga hamper seluruh wilayah Kadipaten Kutaliman berhasil didatangi. Pada suatu hari Suta bertemu dengan seorang gadis yang ternyata adalah putri dari sang Adipati. Sejak peristiwa tersebut, keduanya pun sering bertemu untuk hanya sekedar berbincang-bincang santai. Lama – kelamaan, timbullah rasa saying dan cinta di antara mereka hingga akhirnya Suta memberanikan diri dating pada Adipati Kutaliman untuk melamar putri kesayangannya

Sang Adipati yang sudah mendengar kabar tentang kedekatan putri kesayangannya dengan si pengurus kuda tentu saja menjadi terkejut. Dia tidak menyangka kalua kedekatan itu ternyata bukan hanya sebatas teman. Maka ketika Suta selesai mengutarakan niat, dengan sangat marah Adipati berkata, “Engkau ini hanyalah seorang kacung, sungguh tidak pantas bila disandingkan dengan Putriku! Pengawal, tangkap orang ini dan masukkan ke penjawa bawah tanah”. Agar sang kekasih dapat segera keluar dari penjara, malam harinya Sang Puteri langsung meminta bantuan emban kepercayaannya mencuri kunci untuk membuka pintu sel tempat Suta dikurung. Sementara itu, dia menunggu Bersama kudanya di salah satu sudut Kadipaten yang jarang didatangi orang. Setelah berpakaian layaknya penduduk kebanyakan, Suta Bersama emban lalu berjalan mengendap agar dapat keluar dari penjara tanpa diketahui oleh penjaga. Sesampainnya di sudut Kadipaten, Suta segera menaiki kuda dan pergi kearah selatan menuju lereng Gunung Slamet, dan akhirnya sampai disuatu wilayah. Disitu Suta duduk di persimpangan jalan menanti kekasihnya. Seiring berjalannya waktu tempat untuk menanti disebut dengan “Menganti”


Tulis Komentar